Visi
Visi
Pendidikan Profesi · Universitas Prima Indonesia
Visi
Tujuan
Sasaran
| Kode | Mata Kuliah / Tahap | SKS |
|---|---|---|
| NS1.01 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN DASAR (PPKD) | 2 |
| NS1.01 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN DASAR (PPKD) | 2 |
| NS1.02 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (PPKMB) | 6 |
| NS1.02 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (PPKMB) | 6 |
| NS1.03 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN ANAK (PPKA) | 3 |
| NS1.03 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN ANAK (PPKA) | 3 |
| NS1.04 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MATERNITAS (PPKM) | 3 |
| NS1.04 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MATERNITAS (PPKM) | 3 |
| NS1.05 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA (PPKKJ) | 3 |
| NS1.05 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA (PPKKJ) | 3 |
| NS1.06 | PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN PERIOPERATIF (PPKP) | 3 |
| Total | 37 | |
Bidang pekerjaan dan peran profesional yang dapat dituju lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.
memberikan asuhan keperawatan profesional kepada individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat secara holistik, aman, etis, dan berbasis evidence-based nursing pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan
Karakteristik dan kemampuan yang diharapkan melekat pada lulusan program studi.
Sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang perlu dicapai mahasiswa pada akhir pendidikan.
Mampu mengembangkan inovasi berbasis sosiotechnopreneurship dalam bidang keahliannya serta bertanggung jawab dan berintegritas secara konsisten dalam pengambilan keputusan profesional
Graduates demonstrate professional attitudes, ethical awareness, legal responsibility, patient safety commitment, and humanistic values in nursing practice.
Mampu mengembangkan pengetahuan ilmu keperawatan dan bukti ilmiah berdasarkan prinsip evidence-based nursing.
Graduates apply scientific knowledge and evidence based nursing principles to support competent nursing practice.
Mampu merancang solusi serta kondisi kesehatan individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat pada kondisi kesehatan individu keluarga, kelompok dan masyarakat
Graduates identify health problems and develop holistic nursing interventions based on assessment and evidence.
Mampu mengembangkan keterampilan keperawatan secara aman sistematik dan sesuai standar.
Graduates demonstrate safe and standardized nursing skills according to professional standards.
Mampu mengevaluasi data hasil pengkajian pada tindakan keperawatan berdasarkan proses keperawatan keselamat pasien, dan kebutuhan individu
Graduates apply the nursing process to provide individualized and safe nursing interventions.
Mampu mengintegrasikan informasi kesehatan dan bukti ilmiah pada praktek keperawatan secara professional
Graduates use communication, collaboration, and clinical reasoning to solve nursing problems professionally.
Mampu mengembangkan tekhnologi kesehatan dan digital secara tepat, aman, kritis, inovatif dan bertanggung jawab.
Graduates utilize digital and health technologies ethically to improve nursing learning and services.
Mampu menciptakan peluang berbasis ilmu keperawatan dengan pendekan sosiotechnopreneurship yang berdampak sosial positif
Graduates develop innovative nursing solutions through entrepreneurship and social technology approaches.
Mampu mengevaluasi permasalahan pada praktek keperawatan secara kritis, reflektif, kreatif, dan evidence-based
Graduates demonstrate critical thinking, reflection, creativity, and systematic problem solving in nursing.
Mampu mengembangkan kapasitas diri secara berkelanjutan sepanjang hayat dan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu teknologi untuk menjadi perawat professional
Graduates commit to lifelong learning, professional development, integrity, and contribution to society.
RPSMK yang telah disahkan dan dikunci ditampilkan berdasarkan semester. Sumber angkatan mengikuti RPSMK terbaru yang tersedia untuk mata kuliah pada semester tersebut.
Mata kuliah Praktek Profesi Keperawatan Dasar (PPKD) membekali mahasiswa profesi ners dengan kemampuan menerapkan asuhan keperawatan dasar secara aman, etis, berpusat pada pasien, dan berbasis bukti pada berbagai tatanan pelayanan. Praktik mencakup orientasi klinik, komunikasi terapeutik, identifikasi pasien, pengkajian dasar, pemantauan tanda vital dan nyeri, penetapan diagnosis serta prioritas masalah, perencanaan asuhan, pencegahan dan pengendalian infeksi, higiene dan kenyamanan, mobilisasi, pemenuhan kebutuhan oksigenasi, pemberian obat, nutrisi dan hidrasi, eliminasi, pengambilan spesimen, perawatan luka, pendidikan pasien, dokumentasi, serah terima, evaluasi hasil, pelaporan insiden, presentasi kasus, refleksi profesional, serta peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Praktek Profesi Keperawatan Medikal Bedah merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada pasien dewasa dengan berbagai masalah medikal-bedah akut maupun kronis. Praktik menekankan pengkajian holistik, penalaran klinis, penetapan diagnosis dan luaran, pelaksanaan intervensi berbasis bukti, keselamatan pasien, pencegahan infeksi, manajemen terapi dan komplikasi, komunikasi SBAR, dokumentasi, edukasi, discharge planning, kolaborasi interprofesional, etik-legal, dan evaluasi hasil asuhan di berbagai tatanan pelayanan klinik.
Praktik Profesi Keperawatan Anak merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada bayi, anak, remaja, dan keluarga dalam kondisi sehat, berisiko, akut, kronis, serta terminal. Praktik dilaksanakan dengan pendekatan family-centered care, atraumatic care, keselamatan pasien, komunikasi terapeutik, kolaborasi interprofesional, etik-legal, sensitivitas budaya, dan praktik berbasis bukti pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan anak.
PRAKTEK PROFESI KEPERAWATAN MATERNITAS (PPKM) merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada perempuan usia reproduktif, ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi baru lahir, serta keluarga dalam kondisi fisiologis maupun berisiko. Praktik menekankan pengkajian maternal-neonatal, penalaran klinis, keselamatan pasien, respectful maternity care, komunikasi terapeutik, dukungan persalinan, perawatan postpartum, dukungan menyusui, perawatan bayi baru lahir, deteksi dini kegawatdaruratan obstetri, kesehatan reproduksi, kolaborasi interprofesional, etik-legal, sensitivitas budaya, dokumentasi, dan praktik berbasis bukti.
Mata kuliah Praktik Profesi Keperawatan Kesehatan Jiwa membekali mahasiswa profesi Ners dengan kemampuan menerapkan proses keperawatan pada klien dengan masalah kesehatan jiwa dan gangguan jiwa secara holistik, aman, etis, berbasis bukti, dan berpusat pada klien serta keluarga. Pembelajaran praktik meliputi orientasi lahan, pengkajian status mental, analisis data, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan dan pelaksanaan intervensi, komunikasi terapeutik, terapi aktivitas kelompok, psikoedukasi, manajemen risiko, perawatan klien dengan berbagai gangguan jiwa, kolaborasi interprofesional, dokumentasi, evaluasi, discharge planning, dan refleksi praktik.
Praktek Profesi Keperawatan Perioperatif merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada pasien yang menjalani pembedahan pada fase praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif. Praktik menekankan pengkajian dan penalaran klinis, keselamatan pasien dan tim bedah, pencegahan infeksi dan teknik aseptik, penerapan surgical safety checklist, peran perawat sirkuler dan scrub, monitoring perioperatif, manajemen nyeri dan komplikasi, komunikasi SBAR, dokumentasi, edukasi, kolaborasi interprofesional, etik-legal, serta praktik berbasis bukti di kamar operasi dan unit pemulihan pascaanestesi.
Praktek Profesi Manajemen Keperawatan (PPMK) merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan fungsi manajemen dan kepemimpinan keperawatan pada unit pelayanan secara terintegrasi. Praktik menekankan analisis situasi unit, perencanaan pelayanan, pengorganisasian tenaga, metode penugasan, komunikasi dan koordinasi, delegasi, supervisi, manajemen konflik, keselamatan pasien, pengendalian mutu, audit keperawatan, pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan staf, manajemen perubahan, serta proyek peningkatan mutu berdasarkan bukti dan etika profesi.
Mata kuliah praktik profesi yang membekali mahasiswa dengan kemampuan memberikan asuhan keperawatan pada pasien gawat darurat secara sistematis, cepat, aman, berbasis prioritas, serta melakukan kolaborasi dan rujukan.
Mata kuliah ini memberikan pengalaman praktik klinik kepada mahasiswa dalam memberikan asuhan keperawatan komprehensif, holistik, aman, dan berbasis bukti pada pasien dengan kondisi kritis dan kegawatan yang mengancam kehidupan. Mahasiswa menerapkan proses keperawatan, clinical reasoning, clinical judgment, monitoring pasien kritis, penatalaksanaan gangguan airway, breathing, circulation, neurologis dan sistem organ lainnya, pencegahan komplikasi, keselamatan pasien, pengendalian infeksi, komunikasi terapeutik, serta kolaborasi interprofesional sesuai standar profesi dan etika keperawatan.
Praktek Profesi Keperawatan Gerontik merupakan mata kuliah tahap profesi yang memfasilitasi mahasiswa menerapkan proses keperawatan secara komprehensif pada lanjut usia dalam berbagai tatanan pelayanan. Praktik menekankan pengkajian geriatri komprehensif, pemeliharaan kapasitas intrinsik dan kemampuan fungsional, pencegahan sindrom geriatri, keselamatan pasien, perawatan berpusat pada individu, dukungan keluarga dan caregiver, kolaborasi interprofesional, etik-legal, perawatan paliatif, kesinambungan pelayanan, serta praktik berbasis bukti.
Mata kuliah Praktek Profesi Keperawatan Keluarga dan Komunitas (PPKKK) membekali mahasiswa profesi ners dengan kemampuan memberikan asuhan keperawatan keluarga dan komunitas secara komprehensif, aman, etis, peka budaya, dan berbasis bukti pada tatanan pelayanan kesehatan primer serta masyarakat. Praktik mencakup pengkajian keluarga dan komunitas, penetapan diagnosis dan prioritas masalah, perencanaan intervensi, kunjungan rumah, pendidikan kesehatan, pengelolaan penyakit menular dan tidak menular, dukungan caregiver, pemberdayaan masyarakat, skrining, kegiatan upaya kesehatan berbasis masyarakat, kesiapsiagaan bencana, kolaborasi lintas profesi dan lintas sektor, evaluasi hasil, dokumentasi, pelaporan, presentasi kasus, refleksi profesional, serta peningkatan mutu berkelanjutan.
Ketua Program Studi